Cara Melakukan Installasi Windows XP

Cara Melakukan Install Windows XP

Sobat Cendekia | tercinta....

Windows XP merupakan windows sejuta umat di era komputerisasi ini, khususnya di Indonesia Raya ini. Bahkan, hingga saat ini saja masih ada instansi yang setia dan sepertinya cinta mati dengan sistem operasi yang satu ini.

Selain karena kecilnya ukuran sistem resource yang dibutuhkan oelh sistem yang satu ini, Windows XP juga terkenal ringan dan user friendly. Dari jajaran windows yang ada baik versi sebelum muncul Windows XP ini ataupun setelah versi Windows XP ini, Windows XP merupakan salah satu sistem operasi yang paling lama digunakan oleh "brainware" yang ada di Indonesia ini.

Walaupun, dengan sistem operasi Windows XP ini pengguna tidak bisa merasakan kecanggihan fitur Microsoft Office yang dituangkan dalam Paket Microsoft Office 2016 dan versi terbarunya, sebab sistem operasi Windows XP tidak cocok atau kompatible dengan minimum sistem yang direkomendasikan oleh Microsoft Office versi 2016 keatas.

Baik Sobat tercinta.... Langsung saja berikut cara melakukan installasi Windows Xp yang akan kita bahas bersama....

1. Nyalakan Komputer/Laptop, kemudian tekan  tombol DEL atau F2 pada Laptop, terkadang juga F1 atau esc pada merk yang lain. Hal ini dilakukan untuk masuk ke setup menu (bios), untuk memastikan “booting windows” dimulai dari CD atau USB yang telah kita format dengan Installer Windows Xp tahapan ini sangat penting sebagai kunci boot pertama installasi yang akan kita lakukan, jika gagal pada tahap ini proses installasi sudah dipastikan tidak akan berhasil pula.


2. Masuk setup menu (tampilannya berbeda-beda tergantung dari merk), kemudian cari “Boot” untuk setting booting pertama ke CD/USB installer windows XP.



3. Arahkan CD ke yang pertama, ingat tampilan menunya berbeda-beda tergantung merk tapi intinya sama, untuk memposisikan CD ke yang pertama biasanya ada keterangannya di samping kiri atau bawahnya sesuai display yang muncul di layar monitor Sobat semuanya.


4. Setelah diposisikan pada CD atau USB di booting utama, klik atau pilih Exit dan save, kemudian yes, maka komputer/laptop akan segera booting. Jangan lupa masukan CD/USB Windows XP ke komputer/lapotnya sebelum restart.


5. Tekan tombol apa saja pada saat gambar berikut muncul supaya masuk ke proses instalasi windows XP, waktunya diberikan 5 detik, jika tidak ditekan maka proses instalasi tidak akan terjadi.

6. Masuk ke proses instalasi, pada tahapan ini kita tidak perlu melakukan apapun, cukup perhatikan saja. Boleh juga sich kalau mau disambi ngopi atau ngeteh.....


7. Tekan Enter untuk memulai proses instalasi. (terdapat keterangan di bagian bawah display monitor).


8. Tekan F8 untuk menyetujui dan memulai proses installasi.


9. Masuk ke pengaturan partisi atau disebut juga pengaturan Hardisk/hard drive. Partisi ini jumlahnya bisa berbeda-beda tergantung pengaturan yang punya laptop atau komputer, tetapi bisa diatur-atur lagi. Bisa dengan jumlah 2 Partisi yaitu C: dan D: (C: alias sistem windows dan D: alias data-data/local disk), namanya mungkin bermacam-macam, tapi yakinkan yang akan di install yang C: Arahkan kursor/tanda marking ke C: atau sistem sebelumnya, kemudian tekan Delete atau Del. Ini dilakukan untuk membersihkan partisi, sehingga benar-benar bersih.


10. Arahkan kursor atau tanda ke partisi yang akan diinstal windows XP. Kemudian buat partisi yang baru dengan menekan ENTER atau menekan tombol C (Create Partition/ Buat Partisi). Catatan untuk mengatur partisi yang lainpun langkah-langkahnya sama saja, seperti pengaturan untuk partisi D: atau E: (kita asumsikan hardisk belum pernah terinstall sistem operasi sebelumnya)


11. Ketikan angka yang dinginkan (biasanya 5 digit) atau tekan tombol C atau Tekan ENTER saja pun tidak apa-apa. Mengetikan angka – sebenarnya untuk mengatur luas/besarnya partisi C: tersebut, umumnya disarankan lebih dari 20 Gigabytes (20000), kalo tekan Enter berarti otomatis. lalu tekan ENTER


12. Proses instalasi dimulai secara otomatis, yaitu memasukan data-data sistem ke Hard disk. Dan Sobat tidak perlu melakukan apapun yang berkaitan dengan installasi ini hingga installasi selesai.



13. Melakukan restart, untuk mempercepat action atau proses menuju restart, Sobat boleh tekan tombol ENTER pada keyboard

14. Sampai ke tahapan ini, Sobat tidak perlu melakukan apapun... Cukup dipandangi saja ya.... tapi jangan membayangkan yang lain-lain....

15. OK, setelah muncul notifikasi pengaturan Regional and language, Sobat klik saja tombol Next

16. Isi Nama dan Organisasi sesuai keinginan Sobat, lalu klik tombol Next

18. Masukkan 25 Digit Serial Number yang Sobat miliki pada paket installasi yang Sobat beli, atau Sobat juga bisa menghubungi Admin melalui Telegram atau Whattsapp pada tombol disamping kanan bawah bagian blog ini. Setelah SN dientry, klik tombol Next lagi

18. Ketik nama komputer kembali sesuai selera masing-masing. Untuk Administrator password dan konfirmasi password abaikan saja (kosongkan), klik tombol Next

19. Kemudian Sobat dihadapkan dengan pilihan pengaturan waktu. Sesuaikan saja dengan waktu saat Sobat melakukan installasi ini, klik tombol Next

20. Proses installasi Windosws XP dilanjutkan, biarkan saja jalan dengan sendirinya.

21. Muncul notifikasi pengaturan jaringan pada jaringan LAN Card, klik saja tombol Next

22. Muncul pengaturan nama group kerja, boleh Sobat ganti atau langsung dengan klik tombol Next saja

23. Installasi lanjut kembali, cukup perhatikan saja...

24. Proses restart PC berlangsung, muncul notifikasi pilihan booting, cukup abaikan saja sebab jika Sobat menekan tombol apapun pada keyboard maka proses installasi akan dimulai dari awal lagi.

25. Tunggu hingga muncul notifikasi Display Seting, silahkan Sobat klik tombol OK

26. Akan muncul notifikasi monitor seting, klik tombol OK lagi

27. Muncul notifikasi Selamat Datang Pada Microsoft, klik saja tombol Next

28. Muncul notifikasi pengaturan proteksi keamanan, pilih yang merah (Not right now) kemudian klik tombol Next.

29. Muncul notifikasi Ujicoba Koneksi Internet, langsung saja klik tombol Skiip (lewati)

30. Muncul notifikasi Aktivasi Windows, silahkan pilih No, dan kemudian klik Next

31. Ketikkan nama, cukup pada posisi Your Name saja, lalu klik Next

32. Muncul notifikasi selesai intallasi yang ditandai dengan ucapan terima kasih dari Microsoft Windows XP. Klik saja tombol FINISH.

33. Keluarkan CD Installer nya atau cabut USB drive installernya.

Sampai disini Sobat sudah berhasil dan menyelesaikan Installasi Windows XP pada laptop atau komputer Sobat. Selanjutnya Sobat bisa melakukan installasi driver mainboard/motherboard melalui CD driver yang disertakan pada paket pembelian Mobo Sobat, atau file driver yang sudah tersimpan di Hardisk External atau flashdisk yang Sobat miliki agar pengoperasian Windows XP nya dapat digunakan secara maksimal dan sesuai harapan Sobat semuanya.

Demikian informasi Cara Melakukan Installasi Windows XP yang bisa Admin bagikan. Terima kasih atas kunjungannya, dan dinantikan kunjungan berikutnya.

Semoga bermanfaat...

Related Posts:

Pedoman Pelaksanaan HUT Ke-74 PGRI dan HGN Tahun 2019

Download Pedoman Pelaksanaan HUT Ke-74 PGRI dan HGN Tahun 2019

Civitas Akademika Smansajaya | tercinta...
Berikut kami bagikan mengenai Pedoman Pelaksanaan HUT PGRI Ke-76 dan HGN Tahun 2019, semoga dengan pedoman berikut pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan aturan dan harapan kita semua....


A. Pendahuluan

Pada tanggal 25 November 1945, seratus hari setelah Indonesia merdeka, di Surakarta, Jawa Tengah, puluhan organisasi guru berkongres, bersepakat, berhimpun dan membentuk satu-satunya wadah organisasi guru, dengan nama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Sejak lahir PGRI bersifat unitaristik, independen, dan nonpolitik praktis. PGRI adalah organisasi profesi, perjuangan, dan ketenagakerjaan yang selalu berupaya mewujudkan guru yang profesional, sejahtera, dan bermartabat, dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Peran guru dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia sungguh besar dan sangat menentukan. Guru merupakan salah satu komponen yang strategis dalam mewujudkan keberhasilan pendidikan yang meletakkan dasar serta turut mempersiapkan pengembangan potensi peserta didik untuk mencapai tujuan nasional mencerdaskan bangsa.  Sejak masa penjajahan, guru selalu menanamkan kesadaran akan harga diri sebagai bangsa dan menanamkan semangat nasionalisme kepada peserta didik dan masyarakat.Pada tahap awal kebangkitan nasional, para guru aktif dalam organisasi pembela tanah air dan pembina jiwa serta semangat para pemuda pelajar.

Dedikasi, tekad, dan semangat persatuan dan kesatuan para guru yang dimiliki secara historis tersebut perlu dipupuk, dipelihara dan dikembangkan sejalan dengan tekad dan semangat era global untuk masa depan bangsa.

Dalam Undang-Undang Guru dan Dosen dinyatakan bahwa guru wajib menjadi anggota organisasi profesi guru. Guru harus menjaga solidaritas dan soliditas bersama komponen lainnya. Guru harus berupaya menjaga kebersamaan dan menghindari perpecahan antar sesamanya.


Sebagai penghormatan kepada guru dan PGRI, Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 menetapkan tanggal 25 November, hari kelahiran PGRI, sebagai Hari Guru Nasional, yang kemudian dimantapkan melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Sejak tahun 1994 setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional dan Hari Ulang tahun PGRI secara bersama-sama. Pada tanggal 25 November 2019 ini PGRI genap berusia 74 tahun. Usia yang cukup matang dan dewasa bagi sebuah organisasi. Selama kurun waktu tersebut, berbagai perjuang dihasilkan oleh PGRI terkait peningkatan kesejahteraan guru, perlidungan dan advokasi, peningkatan kompetensi, dukungan pengembangan karier, penyelesaian masalah guru dan Pendidikan, melakukan kerja sama dengan pihak terkait sebagai wujud kolaborasi, dan kegiatan kemanusiaan. Perjuangan tersebut sebagai komitmen PGRI terhadap peningkatan mutu dan pelayanan Pendidikan menuju SDM Unggul, Indonesia Maju.

Peringatan HUT Ke-74 PGRI dan Hari Guru Nasional tahun ini adalah momentum kebangkitan para guru untuk menjadi guru yang lebih profesional dalam menghadapi tantangan di era revolusi industry 4.0. Semoga di HUT ke-74 PGRI dan Hari Guru Nasional tahun ini memberikan motivasi dan inspirasi begitu pentingnya soliditas dan solidaritas guru dalam membesarkan marwah PGRI sebagai organisasi profesi.


B. Dasar Kegiatan

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
3. Peraturan pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.
4. Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 tentang Penetapan Hari Guru Nasional tanggal 25 November 1994.
5. Keputusan Kongres XXII Nomor V/KONGRES/XXII/PGRI/2019 tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PGRI.
6. Keputusan Kongres XXII Nomor IV/KONGRES/XXII/PGRI/2019 tentang Program Umum PGRI.
7. Keputusan Kongres XXII PGRI Nomor XVII/KONGRES/XXII/PGRI/2019 tentang Susunan dan Personalia Pengurus Besar PGRI.
8. Keputusan Rapat Pleno Pengurus Besar PGRI pada Rabu, tanggal 18 September 2019 di Jakarta.


C. Tema

“Peran Strategis Guru dalam Mewujudkan SDM Indonesia Unggul”.



D. Tujuan Kegiatan


  • Meningkatkan kesadaran dan komitmen guru dan pemangku kepentingan pendidikan dalam upaya mencerdaskan kehidupan dan pembangunan karakter bangsa.
  • Memacu kinerja dan kedisiplinan guru dalam menjalankan tugas profesionalnya mempersiapkan sumber daya manusia sebagai basis terwujudnya generasi emas Indonesia tahun 2045.
  • Memperkuat semangat dan dedikasi guru melalui organisasi guru Profesional PGRI dalam meningkatkan sumber daya manusia yang bermutu.
  • Memperkuat rasa kebersamaan guru melalui organisasi profesi PGRI yang independen, demokratis, dan bersinambungan.
  • Memperkokoh solidaritas dan kesetiakawanan anggota serta meningkatkan kepercayaan masyarakat dan anggota kepada PGRI, sebagai organisasi profesi guru di Indonesia.
  • Mendorong kepedulian pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat akan pentingnya kedudukan dan peran strategis guru dalam membangun pendidikan karakter bangsa yang cerdas, kompetitif, dan bermartabat.



E. Penyelenggara/Kepanitiaan
  • Kepanitiaan di tingkat nasional dibentuk dengan Surat Keputusan Pengurus Besar PGRI yang personalianya terdiri dari unsur Pengurus Besar PGRI, Perangkat Kelengkapan organisasi Pusat, Pengurus PGRI Provinsi, dan Kabupaten/Kota terkait.
  • Kepanitiaan di provinsi ditetapkan dengan surat keputusan Gubernur yang personalianya terdiri dari unsur Pemerintah Daerah/Dinas Pendidikan/Kantor Wilayah Kementeriaan Agama, dan Pengurus PGRI Provinsi setempat.
  • Kepanitiaan di Kabupaten/Kota ditetapkan dengan surat keputusan Bupati/Walikota yang personalianya terdiri dari unsur Pemerintah daerah/Dinas Pendidikan/Kantor Kementerian agama Kabupaten/Kota, dan Pengurus PGRI Kabupaten/Kota setempat.
  • Kepanitiaan di kecamatan ditetapkan dengan surat keputusan camat yang personalianya terdiri dari unsur Pemerintah Daerah/Cabang Dinas Pendidikan/UPTD/Kantor Urusan Agama Kecamatan, dan Pengurus PGRI Kecamatan setempat.
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Gubernur, Bupati/ Walikota, dan Camat sesuai tingkatannya adalah sebagai pembina dalam kepanitiaan.



F. Jenis Kegiatan

Rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-74 PGRI dan Hari Guru Nasional  tahun 2019 dimulai bulan September sekaligus memperingati Hari Guru Internasional dan berakhir pada acara puncak pada akhir November atau awal Desember 2019 di Jakarta.

1. Upacara Peringatan

a. Upacara HUT ke-74 PGRI dan Hari Guru Nasional tahun 2019 dilaksanakan serentak tanggal 25 November 2019 atau disesuaikan dengan kondisi daerah setempat. Upacara di daerah diselenggarakan oleh panitia provinsi, kabupaten/ kota kota, cabang, ranting, satuan pendidikan, dan lembaga pendidikan PGRI.

b. Dalam upacara peringatan HUT PGRI dan HGN dibacakan ‟Sejarah Singkat PGRI‟, dan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI oleh pembina upacara dan dinyanyikan lagu-lagu kebangsaan dan lagu Hymne Guru, Terima Kasih Guruku, dan Syukur.

c. Apabila upacara peringatan diselenggarakan oleh Pengurus PGRI dan satuan pendidikan di lingkungan PGRI, dibacakan „Sambutan Ketua Umum PB PGRI‟ oleh pembina upacara dan dinyanyikan juga lagu Mars PGRI.

d. Pokok-pokok susunan acara upacara bendera sama dengan susunan upacara peringatan hari besar dengan penyesuaian pada nyanyian lagu-lagu penghargaan terhadap guru.

e. Acara puncak peringatan Tingkat Nasional yang direncanakan akan dihadiri oleh Bapak Presiden RI diselenggarakan pada akhir Nopember 2019 atau awal Desember 2019 di Jakarta. Acara dihadiri oleh guru, tenaga pendidik, dan dosen perwakilan dari seluruh Indonesia.

f. Pada saat upacara seluruh guru (anggota) harus menggunakan baju seragam PGRI, batik hitam putih motif Kusuma Bangsa dan celana atau rok hitam.

2. Diskusi Publik/ Seminar/Talkshow/Forum ilmiah guru dan jumpa pres 

Topik yang dibahas disesuaikan dengan tema peringatan HUT ke-74 PGRI dan HGN tahun 2019, yaitu “Peran Strategis Guru dalam Mewujudkan SDM Indonesia Unggul”.

3. Audiensi kepada Pemerintah/Pemerintah Daerah

Mengadakan audiensi kepada pemerintah daerah setempat untuk berkoordinasi tentang berbagai persoalan pendidikan, guru, dan tenaga kependidikan, organisasi profesi guru (PGRI).

4. Penyebarluasan Kegiatan atau Kampanye melalui Media

a. Diharapkan kegiatan yang dilakukan disebarluaskan kepada masyarakat luas, khususnya kepada anggota tentang peran PGRI sebagai mitra strategis Pemerintah dan pemerintah daerah.

b. Kampanye peningkatan mutu pendidikan melalui:

1. Media cetak misalnya: spanduk yang dipasang di sekolah, atau kantor PGRI, Gedung Guru tentang dukungan PGRI terhadap kebijakan peningkatan mutu pendidikan guru, dan tenaga kependidikan.

2. Sarasehan /seminar/ talkshow, jumpa pers, dll.

3. Media elektronik melalui medsos PGRI.


5. Menulis Opini Pendidikan

Menulis opini pendidikan merupakan kegiatan lomba penulisan opini yang sudah dimuat di media masa lokal maupun nasional, ada pun kriteria penulisan sebagai berikut :

a. Tulisan dimuat di media masa antara bulan Juli 2018 sampai dengan Oktober 2019.
b. Guru semua jenjang TK/RA, SD/MI , SMP/MTs, SMA/SMK/MA
c. Memiliki KTA PGRI atau surat keterangan sebagai anggota
d. PGRI dari pengurus kab/kota setempat. Bagi yang belum memiliki NPA dapat melakukan pendaftaran anggota secara daring melalui www.pgri.or.id
e. Karya asli dan tidak pernah di lombakan
f. Pernah dimuat di media massa (periode Jul i 2018 – Agustus 2019)
g. Tulisan bertemakan Pendidikan
h. Menggunggah hasil karya dalam bentuk file .pdf ke: bit.ly/Formulir_Lomba_HUT_PGRI_74


6. Lomba Menulis Buku Non Fiksi

Persyaratan Peserta Lomba Menulis Buku Non Fiksi sebagai berikut:

a. Berupa buku penunjang (bukan buku ajar/paket)
b. Karya individu dan orisinal
c. Ber-ISBN
d. Minimal 100 halaman
e. Buku versi ebook diunggah dalam bentuk .pdf ke: bit.ly/Formulir_Lomba_HUT_PGRI_74

7. Pemberian Anugerah Guru Honorer Inspiratif

Pemberian anugerah kepada guru honorer inspiratif diberikan kepada guru honorer yang dalam melaksanakan tugas dan fungsi penuh komitmen dan tanggung jawab, kreatif, inovatif pada proses pembelajaran yang dilandasi dengan semangat cinta dan kasih sayang. Pengurus PGRI provinsi dapat mengusulkan guru honorer inspiratif kepada Pengurus Besar PGRI untuk memperoleh anugerah. Guru honorer inspiratif selambat-lambatnya tanggal 8 November 2019.


Ada pun kriteria penilaiannya sebagai berikut :

a. Masa kerja minimal 10 tahun secara terus menerus (dibuktikan dg SK pengangkatan pertama sebagai guru dan SK terakhir/surat keterangan masih aktif sebagai guru);
b. Berdedikasi tinggi (dibuktikan dengan surat rekomendasi dari kepala sekolah/pengawas dan teman sejawat);
c. Prestasi yang diraih (dibuktikan dengan sertifikat penghargaan);
d. Usulan oleh Pengurus PGRI Provinsi.

8. Penghargaan Dwija Praja Nugraha
Pemberian penghargaan kepada Gubernur dan Bupati/Walikota yang memiliki komitmen tinggi terhadap peningkatan mutu pendidikan di masing-masing wilayah.

9. Ziarah ke Makam Pahlawan atau Ziarah ke Makam Tokoh Pendidikan/PGRI
a. Ziarah tingkat nasional diadakan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta pada bulan November 2019.
b. Di Ibu Kota provinsi, kabupaten/kota yang mempunyai makam pahlawan, diharapkan dapat diselenggarakan ziarah ke makam pahlawan dan/atau makam tokoh pendidikan/PGRI di daerahnya yang diatur penyelenggaraannya oleh Panitia HUT ke-74 PGRI dan HGN tahun 2019.

10. Gerak jalan sehat/bakti sosial (donor darah, kebersihan lingkungan, dll). Gerak jalan dilakskanakan sesuai dengan kondisi daerah masing-masing.



G. Bendera PGRI/Spanduk /Umbul-Umbul/Baliho

Untuk memeriahkan peringatan HUT ke-74 PGRI dan HGN tahun 2019, diharapkan di kantor-kantor PGRI di semua tingkat kepengurusan, dan satuan pendidikan dikibarkan bendera PGRI, dipasang spanduk, umbul- umbul, dan baliho.

H. Pembiayaan

Pembiayaan pelaksanaan peringatan HUT ke-74 PGRI dan HGN tahun 2019 di pusat dan daerah ditanggung bersama atas azas kebersamaan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan kecamatan, PGRI sesuai dengan tingkatannya, dan sumbangan masyarakat yang tidak mengikat.


I. Penutup

Semua Pengurus PGRI di setiap tingkat agar melakukan kordinasi dengan instansi terkait dan mitra kerja dalam penyelenggaraan peringatan HUT ke74 PGRI dan HGN tahun 2019. 


Demikian Pedoman Pelaksanaan Peringatan HUT ke-74 PGRI dan HGN tahun 2019 untuk dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan dan kondisi organisasi di setiap tingkat, untuk selengkapnya bisa Bapak Ibu download pedomannya pada link dibawah ini :


Demikian Informasi mengenai Pedoman Pelaksanaan HUT Ke-76 PGRI dan HGN Tahun 2019 yang bisa Admin bagikan, terima kasih atas kunjungannya dan dinantikan kunjungan berikutnya.

Semoga bermanfaat....





Sumber : http://bit.ly/2OMpzUT

Related Posts:

Pedoman Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019

Pedoman Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019
Civitas Akademika Indraprastha...
Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November dimaksudkan untuk mengenang dan menghormati perjuangan para pahlawan dan pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan.

Berikut Pedoman Penyelenggaraan Upacara Peringatan hari Pahlawan ke -74 tanggal 10 November 2019
  1. Tema "Aku Pahlawan Masa Kini "
  2. Sifat Upacara : Khidmat, Tertib dan Sederhana
  3. Tanggal Upacara : Hari minggu, 10 November 2019
  4. Waktu dan tempat upacara : pukul 08.00 waktu setempat di lapangan terbuka
  5. Urutan Upacara Bendera ;
  • Penghormatan umum kepada Pembina Upacara dipimpin oleh Komandan Upacara
  • Laporan Komandan Upacara kepada Pembina Upacara
  • Pengibaran bendera Merah Putih, diiringi Lagu Kebangsaan "Indonesia Raya" yang dinyanyikan oleh seluruh peserta upacara
  • Mengheningkan cipta, dipimpin oleh Pembina Upacara
  • Pembacaan Pancasila
  • Pembacaan pembukaan UUD '45
  • Pembacaan pesan-pesan Pahlawan/ kata-kata mutiara (ditentukan panitia)
  • Amanat pembina Upacara
  • Pembacaan Do'a
  • Laporan Komandan Upacara kepada Pembina Upacara
  • Penghormatan  kepada Pembina Upacara dipimpin oleh Komandan Upacara
  • Upacara selesai
Pedoman Peringatan Hari Pahlawan ke-74 Tahun 2019 selengkapnya bisa donwload pada link dibawah ini




Demikian informasi mengenai Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 yang bisa Admin bagikan....

Semoga bermanfaat....

Related Posts:

Test Soal Online Menggunakan Google Drive Formulir

Test Soal Online Menggunakan Google Drive Formulir


Civitas Akademika | SMA Indraprastha....

Berikut kita coba menggunakan Google Drive Formulir untuk membuat soal ujian online yang bsa kita gunakan sebagai media untuk membuat soal ulangan harian, ulangan tengah semester dengan banyak kemudahan serta gratis tanpa berbayar.

Sebagai contoh, berikut link yang bisa dicoba untuk mengakses soal yang telah dibuat dengan menggunakan Google Drive Fortmulir tersebut.


Semoga bermanfaat....

Related Posts:

Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah

Download Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah


Permendikbud No 22 Tahun 2016 berisi tentang peraturan mentri pendidikan dan kebudayaan mengenai standar proses pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan satuan pendidikan dasar menengah untuk mencapai kompetensi lulusan. Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini, maka Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Permendikbud no 22 Tahun 2016 dan lampirannya adalah  salah satu hasil dari ketentuan Pasal 27 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, sehingga perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Standar Proses, Isi dan standar yang lainnya untuk sekolah dasar dan menengah.

Berikut, cuplikan dari Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016

Permendikbud No 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses

SALINAN


PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 22.TAHUN 2016

TENTANG
STANDAR PROSES PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :

bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 24 Peraturan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 45 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5670);

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TENTANG STANDAR PROSES PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH.

Pasal 1

(1) Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah selanjutnya disebut Standar Proses merupakan kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan satuan pendidikan dasar menengah untuk mencapai kompetensi lulusan.

(2) Standar Proses sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum pada Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Pasal 2

Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 3

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 6 Juni 2016

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
REPUBLIK INDONESIA,


TTD.


ANIES BASWEDAN


Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 28 Juni 2016


DIREKTUR JENDERAL
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,


TTD.


WIDODO EKATJAHJANA




Demikian Infoormasi Mengenai Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 yang bisa Admin bagikan, semoga bermanfaat.... 

Related Posts:

Indonesia Berkabung " Presiden Ke 3 Ri Bachraruddin Jusuf Habibie Tutup Usia

Indonesia Berkabung Presiden Ke 3 Ri BJ. Habibie Tutup Usia


Presiden ketiga RI, Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia. Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 itu meninggal akibat penyakit yang dideritanya. 

Sebelum meninggal, keluarga dekat sudah berkumpul di RSPAD Gatot Soebroto, tempat Habibie dirawat. 

Informasi mengenai Habibie meninggal dunia disampaikan putra Habibie, Thareq Kemal. Diketahui, Habibie telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit sejak 1 September 2019





Keponakan Habibie, Rusli Habibie, menyebutkan bahwa seluruh keluarga dekat sudah dipanggil dan berkumpul di Paviliun Kartika, RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2019). "Kondisinya seperti kemarin lagi. 

Semua keluarga sudah dipanggil terutama anak-anak beliau, sudah di tempat," ujar Rusli, saat ditemui di RSPAD Gatot Soebroto. "Baik Mas Ilham, Mas Thareq sudah ada. Kakak dan adiknya sudah lengkap. Keponakan dan anak cucu sudah dikumpulin tadi," kata Gubernur Gorontalo itu.


 “Tadi juga Pak Akbar Tandjung (mantan Ketua DPR) pimpin doa. Ada keluarga yang lagi mengaji. Keluarga sudah kumpul semua," kata dia. Selama masa perawatan, Habibie ditangani tim dokter spesialis dengan berbagai bidang keahlian, seperti jantung, penyakit dalam, dan ginjal.



Beliau tutup usia pada hari ini Rabu 11 September 2019 pada pukul 18:05 di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta pusat.

Untuk memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada putra terbaik bangsa, Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik lndonesia Ke-3) yang telah wafat pada tanggal 11 September 2019 di Jakarta, sesuai dengan Pasal 12 ayat (4), ayal (5), dan ayat (6) Undang-Undang Republik lndonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, kepada para Pimpinan Lembaga Negara, Gubernur Bank lndonesia, Menteri, Jaksa Agung, Panglima TNI' Kapolri, Pimpinan Lembaga Non Struktural, Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Gubernur, Bupati, Walikota, Pimpinan BUMNiBUMD, serta Kepala Perwakilan Republik lndonesia di Luar Negeri beserta jajaran dimohon untuk mengibarkan Bendera Negara setengah tiang selama 3 (tiga) hari berturutturut terhitung mulai tanggal 12 September 2019 sampai dengan 14 September 2019. Selanjutnya kepada Gubernur' Bupati dan Walikota agar menyampaikan kepada masyarakat luas untuk mengibarkan Bendera Negara setengah tiang
Surat Edaran "Pengibaran Bendera Setengah Tiang dan Hari Berkabung Nasional"

Sungguh kita semua merasa kehilangan sosok bapak bangsa, yang telah mendedikasikan diri dengan pemikiran-pemikiran yang cemerlang demi kemajuan bangsa ini.

Marilah kita menundukkan kepala kita sejenah untuk memanjatkan do'a agar beliau ditempatkan disisi Allah SWT.

Demikian informasi yang bisa Admin bagikan, terima kasih atas kunjungannya...

Semoga bermanfaat....

Related Posts: